Kendari, Lenteraterkini.Com - Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Tenggara, Ridwan Bae, mengimbau Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR), agar lebih intensif turun langsung ke daerah untuk mendengar aspirasi, keluhan, serta berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Menurut Ridwan, saya ini adalah warga dan masyarakat Sultra, kepemimpinan daerah tidak cukup dijalankan melalui laporan administratif dan koordinasi di balik meja, tetapi juga membutuhkan kehadiran langsung di tengah masyarakat.
Langkah tersebut dinilai penting agar kebijakan pemerintah provinsi benar-benar berpijak pada kondisi riil dan kebutuhan warga di lapangan.
Ridwan menyoroti masih adanya sejumlah wilayah yang, menurutnya, perlu mendapat perhatian dan kunjungan langsung Gubernur, Ia menilai, kunjungan lapangan merupakan bagian penting dari upaya membangun kepekaan terhadap persoalan masyarakat yang beragam di setiap daerah.
Dengan melihat kondisi secara langsung, gubernur dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kebutuhan infrastruktur, pelayanan publik, serta persoalan sosial dan ekonomi yang memerlukan intervensi pemerintah. Kalau gubernur turun langsung, tentu akan lebih mudah mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, jangan berkunjung ke daerah hanya karena kegiatan keagamaan, hari jadi sebuah kabupaten atau hanya bertemu dengan Bupati dan perangkatnya, demikian inti pandangan Ridwan.
Sebagai masukan konstruktif, Ridwan juga menyarankan agar gubernur mengintensifkan koordinasi dengan seluruh bupati dan wali kota, termasuk jajaran organisasi perangkat daerah (OPD). Mestinya gubernur ASR selalu melakukan rapat koordinasi dengan para bupati dan Walikota untuk saling tukar informasi tentang kebutuhan masyarakat di daerah.
Menurutnya, selama dua tahun ini ASR menjabat sebagai gubenur tdk pernah sy mendengar bahwa ada rapat koordinasi dgn para bupati dan walikota se - Sultra, yang menurut saya baiknya itu harus diadakan 3 bulan sekali atau minimal 6 bulan sekali
Forum tersebut, menurutnya, dapat menjadi ruang untuk menghimpun informasi secara langsung mengenai persoalan, kebutuhan prioritas, dan perkembangan pembangunan di masing-masing wilayah. Dengan demikian, pemerintah provinsi memiliki dasar yang lebih komprehensif dalam menentukan arah kebijakan dan alokasi program.
Ia menegaskan, komunikasi yang terbuka antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota perlu berjalan beriringan dengan pemantauan langsung di lapangan agar aspirasi masyarakat tidak berhenti sebagai laporan semata.
Ridwan turut mencontohkan pola kepemimpinan Presiden Ke - 2 RI, Soeharto, yang pada masa pemerintahannya kerap melakukan kunjungan ke berbagai daerah untuk berdialog dengan masyarakat.
Menurutnya, komunikasi langsung antara pemimpin dan rakyat merupakan salah satu cara untuk mengetahui persoalan yang tidak selalu tergambar secara utuh dalam laporan birokrasi. Ia berharap pendekatan serupa dapat menjadi bahan refleksi bagi kepemimpinan di Sulawesi Tenggara, dengan tetap menyesuaikannya terhadap kebutuhan, tantangan, dan tata kelola pemerintahan saat ini.
Bagi Ridwan, kehadiran pemimpin di tengah masyarakat bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kesempatan untuk menyerap aspirasi sekaligus mengevaluasi pelaksanaan pembangunan.
Hal tersebut bisa terwujud jika seorang gubernur harus sering turun ke lapangan, oleh karena itu Ia mengharapkan dan menghimbau sekaligus menyarankan kepada ASR untuk terjun langsung kelapangan mengunjungi daerah daerah bertemu dengan masyarakatnya, tutup Riwan BAE kepada Media ini, Selasa, 27, Oktober 2026.(Red/Bhr)
